(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

i o A -f -» 



^ LLjl ^Ii^Ajj ^-AjL^I IjJ^- 



I ^^^ i fci r i * 



^ ^ 






KETIKA IILAMA 
MENJADI THOGHUT 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Dari hamba Allah Yang Faqir Atas Ampunan-Nya 

Abdullah Muridusy Syahadah 

Kepada Para Aktivis Islam Yang Bergabung Di Dalam 
Tandzim Tertentu, Dan Kaum Muslimin Secara 
Keseluruhan 

Di Mana Saja Berada 

4j\S"Jj <&i\ aI^jj l^Llli- j»*>CJi 

•*Sll •*' ° - il 1 '. || I ' •*' " ' Kl° Mt * J ° " tl 

JJ-° jl l 9 -^aj ta ,g flJ -J -oJI (JJU « '* ■," : . 1 >jUll }Jt-» <C0 JLa^rJI 

»*>L^2jlj t<UJjtj 2js r*^.^ j-^ t^-ul t» $^o~> [jj .ilSJl r- jJil«-« « '*r"L; 
.AjL»«j ^Alo^l jLL» 4)1 ^pl /~» ^Lp a"}CJIj 

Hanya kepada Allah kita memuji, dan hanya kepada-Nya 
kita bersyukur atas semua nikmat yang dianugerahkan- 
Nya kepada kita. Dan kita sadar bahwa semua nikmat 
yang diberikan kepada kita seyogyanya kita gunakan 
untuk beribadah kepada-Nya, dengan taat menjalankan 
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Intinya adalah 
kita gunakan kenikmatan ini untuk Menegakkan 
Kalimah Allah Yang Mulia di atas muka bumi ini. Dan 
kita faham bahwa hidup dan mati kita harus kita 
persembahkan untuk Allah Ta'ala. 
3IKetika U 1 a m a Menjadi T h o g h u t 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah 
Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Imam orang- 
orang bertaqwa dan komandan para mujahidin. Yang 
telah menunaikan amanah dan menyampaikan risalah. 
Kita sadar bahwa kita adalah tentara-tentaranya yang 
siap mengemban risalahnya. Walau waktu kita habis, 
harta kita terkuras dan nyawa kita hilang dari raga, demi 
meneruskan perjuangannya. Semoga kita semua 
mendapatkan syafa'atnya kelak di akhirat. 

Ikh£ ah £illah 



Dalam risalah yang Ke-5 ini, saya ingin menuliskan 
sebuah risalah yang berjudul "Ketika Ulama Menjadi 
Thoghut". Merupakan sebuah keprihatinan yang 
mendalam melihat tenomena yang terjadi di sekitar kita, 
baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Yang mana 
ulama menjadi komoditi politik, dan ulama dijadikan 
corong dan kaki tangan panjang dari "Oknum-oknum yang 
jahat dan mempunyai kekuasaan". Dan atau justru para 
ulama itu tanpa mereka sadari menjadikan dirinya 
sebagai Thoghut yang diibadahi selain Allah. Dijadikan 
thoghut yang ditaati dan ditunduki segala perintah dan 
larangannya. 

Tulisan ini bukan berarti tidak berdasarkan dalil dan 
fakta di lapangan. Selalunya risalah-risalah yang saya 
sampaikan merupakan hasil pembelajaran dari sebuah 
nash di dalam Al Kitab dan As Sunnah, lalu dikuatkan 
dengan data-data dan fakta yang secara empiris 



4IKetika U 1 a m a Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



menggambarkan kebenaran nash-nash tersebut. Maka 
selalunya saya mulai dengan sebuah kisah dan cerita 

kejadian. Dengan berpijak dari ayat " °jCJ^i\ Jij\ L' tj^li" 

(Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai 
penglihatan). 

Ikhwah f illah 

Ada sebuah kisah: 

Pada tanggal 18-21 Desember, tahun 1983, diadakan 
MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA SE- 
INDONESIA. Yang diadakan di Pondok Pesantren Asem 
Bagus Situbondo. Pondok tersebut dipimpin oleh KH. 
As'ad Syamsul Aririn. 

Musyawaroh tersebut memutuskan lima poin. Adapun 
poin yang ke-empat adalah PENERIMAAN DAN 
PENGAMALAN PANCASILA ADALAH 

MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI UPAYA 
UMMAT ISLAM INDONESIA DALAM 

MELAKSANAKAN SYARPAT AGAMANYA". 1 

Na'udzubillah min Dzalik Bagaimana para ulama itu 

bisa membuat Deklarasi seperti itu? 



1 . disadur dari isi ceramah Ustadz Abdullah Sungkar Rohimahullah 
dalam salah satu ceramahnya yang berjudul Asasul Khomsah. 

5IKetika Ulama Menjadi T h o g h u t 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Kisah yang lain: 

Ketika pemerintah murtad ini hendak merayakan pesta 
demokrasi. Tepatnya pada tanggal 9 April 2009 M. 
pemerintah melihat gelombang GOLPUT (Golongan 
Putih / Tidak menggunakan hak suaranya pada pemilu). 
Bahkan hampir 40 % suara GOLPUT itu terjadi pada tiap 
pemilu. Baik pemilu tingkat Daerah maupun tingkat 
Nasional. 

Melihat gelombang GOLPUT yang semakin membesar 
ini, maka Pemerintah murtad ini memutar otak dengan 
cara memaniaatkan para "Ulama" yang notabene 
dipandang "Moderat", untuk berbicara di depan umum, 
bahkan Live di stasiun Televisi yang menerangkan 
tentang "Bolehnya Pemilu", bahkan mereka 
memratwakan bahwa "GOLPUT HARAM". Dengan 
menyitir beberapa ayat yang diperkosa dan dinodai 
kesuciannya, serta diselewengkan makna sebenarnya. 
Maka di sebuah Negara "Murtad" yang notabene 
mayoritas penduduknya muslim, pasti disana dibuat satu 
badan yang namanya "M.U.T" (Majlis Ulama Thoghut). 
Mereka adalah kumpulan para ulama sulthon 
(penguasa), yang bertatwa sesuai pesanan tuannya. Maka 
para ulama yang seperti ini disitati oleh Rosulullah 

shollallahu 'alaihi wasallam sebagai " ^" (Pencuri alias 

Maaaaaling). 



6IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

«.LjUl AjjJ pjb s-UiiJl jlj 

"Dan ulama itu adalah pewaris para nabi" (HR. al-Bukhori) 
Dalam riwayat lain beliau bersabda: 

j ^^Jj-UJ) <j^J 4Ji lipli a^T AJaJi^» OliallJi JaJUtj IJUJl cJij lil 

"/ifcfl /camw melihat seorang 'alim (mufrod dari 'ulama) sering 
bergaul dengan penguasa, maka ketahuilah bahwa dia pencuri 
(maling)." (HR. ad-Daylami dalam Musnad al-Firdaus - 
dari Abu Huroyroh) 

Kisah lain: 



Seorang ikhwah aktivis bertanya kepada ustadznya dan 
atau mas'ulnya: "\lstadz, ana kedatangan ikhwah mujahid 
yang hendak singgah di rumah ana. Bolehkah ana 
menerimanya dan menginapkannya di rumah ana? Ustadz 
tersebut menjawab: Jangan! Nanti kamu terkena 
embetannya" . Na'udzu billahi min dzalik 

Akhirnya ikhwah aktivis ini tidak menyediakan tempat 
buat ikhwah mujahid dengan alasan "Larangan dari 
ustadznya". 



7IKetika U 1 a m a Menjadi T h o g h u t 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Ikhwah haroky tersebut tidak jadi menyediakan tempat 
buat ikhwah mujahid lantaran larangan dari ustadznya. 
Padahal Allah memerintahkan kepada kita untuk 
menyediakan tempat bagi mujahid fie sabililah. 
Sebagaimana tirman Allah: 

^l <_jW^ (J j*-rr-*- , 'j -^s-lj-*^ J^-^-J J>?"'-*J 'j-^'* oi^ o\ 

LJj ljxJi JiJjlj jImj *LJjI (i-r^*-! '^-^j' 'jA^J Jj'* Oi^J'j 

<_! pjy^Lll ojj Ij^tp. <^->- j^ ^ p-^j ^ ^N L. Ij^t^ 

U^ 4i)lj (jMlj j<4^HJ p^H ^J^ J^ ^j VV=^JI jv^=i4a3 jJjJI 

„ j» ' ' i "- 

" Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta 
berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan 
orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan 
pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu 
sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang 
yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada 
kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum 
mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta 
pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, 
Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap 
kaum yang Telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. 
dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan". (QS. Al 
Anfal:72). 



8IKetika U 1 a m a Menjadi T h o g h u t 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Dan masih banyak kisah-kisah yang menjelaskan seperti 
fakta di atas. 

Ikhwaf fillah 

Mari kita kaji tirman Allah Ta'ala: 

■ -ijitUll \jjcf-\j jM\ IjJL_pI ^jl Vj— j i*l J-^-= J lll*j JLaJj 

"Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap 
umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan 
jauhilah Thaghut itu". (QS. An Nahl: 36). 

Apasih makna Thoghut Itu? 

Pengertian Thoghut sangat banyak sekali. Adapun inti 
dari pengertian yang dijabarkan oleh para salaf dan 
ulama' adalah sebagaimana yang diterangkan oleh Imam 
An Nawawi: Berkata Al Laits, Abu 'Ubaidah, Al KasaT 
dan jumhur ahli bahasa: "Thoghut adalah Segala yang 
diibadahi selain Allah Ta'ala". 2 

Jadi THOGHUT adalah setiap yang ditaati dan 
ditunduki selain Allah Ta'ala. Maka Setiap orang yang 



2 . Syarh Shohih Muslim : 3/18. Untuk lebih detailnya bisa dibaca 
dalam buku AT THOGHUT, yang ditulis oleh Syekh Abu Bashir At 
Tunisy. 



9IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



ditaati di dalam perintah dan larangannya, sementara 
perintah dan larangannya tersebut bertentangan dengan 
perintah dan larangan Allah Ta'ala. Maka orang yang 
seperti itu disebut Thoghut. Dan orang yang mengikuti 
Thoghut dan mengikuti iatwanya maka dia menjadi 
Penyembah Thoghut thoghut tersebut. 

Adapun Pentolan Thoghut disebutkan oleh Syekh 
Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah itu ada 
lima. Dan diantara lima itu adalah disebut Ulama dan 
atau Pemimpin. 3 

Allah Ta'ala berrirman: 

. jjl yi-y^aJ I j <U)I ^ • j qj ■-» uujl \ i "'■ ' ; ft J j ^_AjLj>-I IjJL!^-I 

"Mereka menjadikan AHBAR (orang-orang alimnya) dan 
RUHBAN (rahib-rahib) mereka sebagai Rob selain Allah dan 
(juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, 
padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, 



3 . Lihat dalam Kitab Al Jami' Fie Tholabi Tlmis Syarif, dalam Bab 
Hukmu Anshorut Thoghut. Yang ditulis oleh syekh Abdul Qodir bin 
Abdul 'Aziz takkallahu asrohu. 



lOIKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci 
Allah dari apa yang mereka persekutukan" . (QS. At Taubah: 
31). 

Dalam atsar yang hasan dari 'Adiy Ibnu Hatim (dia 
asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah 
Shalallahu 'alaihi wasallam membacakan ayat itu di 
hadapan 'Adiy Ibnu Hatim, maka dia berkata: "Wahai 
Rasulullah, kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada 
mereka (ahli ilmu dan para rahib)" maka Rasulullah berkata, 
"Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah 
haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah 
mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu 
kalian ikut-ikutan mengharamkannya?" lalu 'Adiy Ibnu Hatim 
berkata, "Ya, betul" lalu Rasulullah berkata lagi, "Itulah 
bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu" 
(HR. At Tirmidzi) 

Adapun tatsir ayat ""Mereka menjadikan AHBAR (orang- 
orang alimnya) dan RUHBAN (rahib-rahib) mereka sebagai 
Rob selain Allah". adalah sesungguhnya mereka mengikuti 
orang-orang Alim dan Pendeta-Pendeta dalam masalah 
penghalalan dan pengharaman'' '. 4 

Maksudnya adalah mereka menjadikan para ulamanya, 
ustadznya, kyainya dan Qo'idnya (Pemimpin) sebagai 
orang yang paling berhak membuat fatwa dan instruksi 
yang 100 % mutlak diikuti dan ditaati, tanpa melihat 



4 . Lihat Dalam Tatsir Ibnu Katsir : 2/460 
HIKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



apakah instruksi dan ratwanya tersebut benar ataukah 
salah. 



Ikhwah f illah 



Kadang kita tidak sadar, bahwa terkadang kita menjadi 
korban "fatwa dan instruksi" dari para ustadz, dan atau 
qoidnya "Yang tidak Jujur". Karena kita selaku anggota 
bawahan, yang selalu mengedepankan perasaan 
"Tsiqqoh kepada atasan" sehingga kita telan mentah- 
mentah semua fatwa, instruksi dan kabar dari atasan, 
tanpa melihat kebenaran fatwa, instruksi dan kabar yang 
disampaikan. 

Banyak kasus terjadi di lapangan, seorang ustadz 
mengatakan bahwa "Si A adalah anak buah Thoghut, Si 
B bukan anak buah Thoghut". Padahal sama-sama si A 
dan si B pernah mendatangi undangan perkumpulan 
yang diadakan oleh Thoghut. Sehingga perkataan ustadz 
ini dipercaya dan diikuti oleh anak buahnya. lalu terjadi 
di lapangan sebuah tenomena "para anak buah ustadz ini 
memusuhi dan mencerca "Si A" yang dibilang oleh atasan 
itu sebagai anak buah Thoghut. Padahal data dan fakta 
serta bukti tidak bisa dikeluarkan oleh atasan dan atau 
ustadz tersebut yang menwonis bahwa si A adalah anak 
buah Thoghut. 

Maka dalam satu kondisi ustadz dan atau atasan yang 
seperti ini bisa menjadi Thoghut, dan dalam kondisi yang 



12IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



lain a'dho' (anak buah/bawahan) bisa menjadi 
penyembah Thoghut. 



Ikhwah f illah 



Memang terkadang kejujuran dan ketsiqohan kita kepada 
seorang ustadz dan atau Qo'id menjadi bumerang buat 
kita, dan bisa menjadi senjata makan tuan yang 
mencelakakan kita kelak, jika pemimpin tersebut tidak 
jujur dan dusta. 

Biasanya kedustaan pemimpin ini keluar manakala dia 
mencari simpati dan kepercayaan para pengikutnya, 
dengan cara dia membuat cerita bohong, dan titnah- 
titnah keji. Walau pun kadang harus mengorbankan 
seorang ikhwah yang lain untuk jadi kambing hitamnya. 
Dan biasanya pemimpin yang seperti ini bertujuan 
mengekalkan kepemimpinannya dan kekuasaannya, atau 
untuk mengekalkan Tandzimnya. 

Ikhwah£illah 



Apakah kita sadar, jika para pemimpin yang 
membohongi kita itu nantinya akan mencelakakan kita di 
akhirat kelak? Padahal kita mengikuti dia itu 
berdasarkan asas percaya dan tsiqqoh kepadanya! Jika 
ketsiqqohan kita kepadanya ternyata dibawa kepada 
kedustaan dan kejahatan, maka di akhirat pun kita akan 
celaka dan tidak bisa mendapat udzur dari Allah. 
Ingatlah tirman Allah: 



13IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



1-»?,, i * - 



-, g; i" -*)>r>a~j Cj\ JjuI IjljJ lj*-pl ^ ■ _j J JJl ^a !j*-~jl Oi^' 'jH "*! 

«■" S- j --' <** J , «"' *" j (■ S o | ^«>a "?■* ««■ £ T^ 

Lo l^a I^-Jjj SjT lll J • jl jJ IjJLjjl QiJjl Jlij |S)5 <4- > ^-~ u '^' 
p_A bj ^-p^ i ; - , l/" k0 - ^. gl' «■ C-l <Ull J^-gJjJ ii-U'J5 LL« Ij*^-j 

Cjl J^' Cr? Oi^^S 

"(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari 
orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; 
dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama 
sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: 
" Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan 
berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri 
dari kami. " Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka 
amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali- 
kali mereka tidak akan keluar dari api neraka" . (QS. Al 
Baqoroh: 166-167). 

Dapatkah para pemimpin yang menyesatkan kita itu 
akan menyelamatkan kita dari adzab Allah? Ataukah 
para ustadz dan atau pemimpin itu dapat meringankan 

sedikit saja dari pedihnya siksa neraka? Tidak Sekali- 

kali tidak akan dapat menyelamatkan kita dan 
meringankan dari pedihnya siksa Allah di neraka kelak. 

Oleh karena itu wahai ikhwah tillah. Jadikanlah AL HAQ 
sebagai pijakan dasar kita di dalam bertikir, melangkah 



14IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



dan bersikap. Jangan taqlid buta kepada para ustadz dan 
Qoid dengan alasan Tsiqqoh kepadanya. 

Sayyidina Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu 'anhu berkata: 

"Kenalilah kebenaran (niscaya engkau) akan mengetahui siapa 
pelaku kebenaran". (Faydhul Qodir) 

Ingat! Ustadz dan Qo'id juga manusia biasa, yang tidak 
ma'sum dan terlepas dari salah dan lupa. Maka tidak ada 
yang tertolak perkataannya kecuali pemilik kubur ini 
(Yakni Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam). 

Oleh karena itu wahai ikhwah tillah Berhati-hatilah 

dalam menerima dan mengambil instruksi serta kabar. 
Walaupun itu dari orang yang paling anda percaya, 
walaupun itu berasal dari mas'ul (pemimpin) anda. Cek 
lah kebenaran ucapan dia dengan nash-nash syar'ie yang 
ada di dalam Al Kitab dan As Sunnah, cek lah kabar yang 
disampaikan kepada antum dengan menanyakan data, 
fakta dan saksi yang kuat. Karena tidak sedikit dari para 
pemimpin yang tidak jujur. Karena tidak sedikit para 
pemimpin yang menjadi pecundang. 



15IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Sebagai contoh: 

Seorang yang dianggap sesepuh kampong bercerita 
kepada beberapa ikhwah yang dianggapnya tsiqqoh 
kepadanya. Dia berkata: Si A itu tidak dapat dipercaya. Dia 
dikasih amanah malah cerita kepada orang lain, lalu orang lain 
tersebut cerita kepada orang lain lagi" . 

Bagi ikhwah-ikhwah yang mendengar, pasti percaya 
dengan cerita ini, karena yang bercerita adalah Sesepuh 
kampung disitu. Padahal setelah di kroscek kepada si A, 
ternyata cerita ini bohong. Bahkan ketika si A 
menanyakan sendiri kepada si sesepuh kampong 
tersebut, si sesepuh kampong pun tidak bisa menjawab 
apa-apa. 

Nach, inilah salah satu contohnya. Oleh karena itu, kita 
harus selalu mengecek dan menanyakan kebenaran data, 
fakta dan saksi disetiap mendengar kabar. Karena ada 
kata-kata mutiara arab: 

"Tidaklah kabar itu seperti kenyataannya" 



16IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Wahai para ustadz dan pemimpin 



Andalah panutan ummat. Andalah pengawal ummat. 
Dan andalah yang menjadi barometer ummat di dalam 
bertindak. Sungguh! Perkataan dan amalanmu menjadi 
£atwa bagi a'dho'mu. Jujurlah anda kepada Allah. 
jujurlah anda pada diri anda sendiri, sehingga tidak anda 
jadikan ummat dan mad'u anda sebagai komoditas 
kebohongan anda. 

Memang kadang berat bagi seorang ustadz untuk 
mengatakan tidak tahu dalam satu hukum tertentu. 
Memang kadang berat bagi pemimpin untuk 
mengatakan tidak tahu terhadap sebuah inrormasi. 
Namun perkataan "Tidak Tahu" itulah yang akan 
menyelamatkan diri anda dari api neraka. Allah Ta'ala 
bertirman: 

JS .ilj-iJlj _^yaJlj *_«jJI Q\ jdt ^Aj lLU ,^-J Lo <, bo" Vj 

* ^„ >,„ „ - „ T „* 

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak 
mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya 
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta 
pertanggungan jawabnya" . (QS. Al Isro': 16). 

Memang kadang kedudukan dapat menjadikan kita buta, 
memang kadang kedudukan dapat menjadikan kita tuli, 
dan kadang kedudukan dapat menjadikan kita bisu. 
17IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Namun, jika kita jujur kepada Allah dan kepada diri kita 
sendiri, insya Allah mata kita bisa melihat, telinga kita 
bisa mendengar, dan mulut kita bisa berbicara. Tentunya 
dapat melihat kebenaran, dapat mendengar kebenaran, 
dan dapat berucap kebenaran. 

Ucapkanlah kebenaran walaupun itu pahit rasanya, 
ucapkanlah kebenaran walaupun harus berhadapan 
dengan pintu penjara dan tiang gantungan. Atau jika 
anda tidak mampu, diamlah. Diam itu lebih baik. 
Apalagi di zaman yang penuh dengan titnah ini. 

Ikhwah f illah 



Dalam etika berjama'ah dan bertandzim, memang Qo'id 
(Pemimpin) akan sangat dihormati dan disegani. Karena 
selama ini pemimpin selalu identik dengan penyampai 
AL HAQ, sementara A'dho' (Anak buah) akan selalu 
bersikap husnudhon dan Tsiqqoh kepadanya, karena 
memang a'dho' selalu terjerat dengan tali " ASSAM'U wa 
THO'AH". 

Dalam kondisi dihormati dan disegani, kadang 
menjadikan sang Qo'id lupa diri, bahwa syetan akan 
selalu memasang TALBIS IBLISnya (Perangkap Syetan). 
Syetan akan menggodanya dari arah depan, belakang, 
kanan, kiri, atas dan bawahnya. Hingga Qo'id itu dapat 
tergoda. 



18IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



Ikhwah f illah 



Bagi anda yang berstatus sebagai A'dho' (Anggota). 
Sadarkah anda bahwa pemimpin anda itu manusia biasa? 
Sadarkah anda bahwa pemimpin anda itu berpotensi 
untuk bersalah? 

Ada sebuah kisah: 

Seorang ustadz (Mas'ul) pernah mengatakan: "Anda harus 
berhati-hati kepada si A dan si B. karena dia pernah 
mendatangai undangan Thoghut". Padahal dalam 
kesempatan yang lain ustaqdz itu pun pernah 
mendatangi undangan Thoghut juga. Dan bahkan pernah 
menerima amplop dari Thoghut. Walaupun dia selalu 
beralasan "Kita harus pandai-pandai berdiplomasi dengan 
Thoghut. Kita terima uangnya, tapi jangan kita gunakan buat 
makan" . 

Ya akhie.... Apa bedanya pemimpin ini dengan si A dan 
si B dalam kasus ini? Apakah karena si A dan si B 
berstatus A'dho', dan si pemimpin berstatus atasan? Wal 
'iyadzu billah. 

Ikhwah£illah 



Kisah-kisah di atas hanya menjadi ibroh dan pelajaran 
buat kita. Bahwa pemimpin bukanlah nabi. Pemimpin 
bukanlah rosul yang ma'sum dari dosa. Oleh karena itu 
kita tidak boleh taklid buta kepada pemimpin. Kita 
hanya boleh taklid buta kepada AL HAQ. Selain kepada 

19IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



nabi dan rosul, maka kita tidak boleh mengambil 
perkataan dan tatwanya secara 100 %. Karena bisa 
mengandung salah dan khilaf . 



Ikhwah f illah 



"Ketika Ulama menjadi Thoghut". Satu judul yang 
begitu mendalam makna dan artinya. Satu judul yang 
begitu mengiris sebagian hati para ulama suu'. Menjadi 
jarum tajam yang menusuk hati para pemimpin yang 
suu'. Menjadi duri tajam yang menusuk kaki para ulama 
yang dijuluki "Maaaaaling". Wal 'iyadzu billah. 

Namun risalah ini bukan bermaksud memionis ulama 
tertentu. Bukan bermaksud menuduh Qo'id tertentu. 
Dan juga bukan untuk melecehkan sebagian ustadz, 
Qo'id dan sesepuh kampong tertentu. 

Ini hanyalah muhasabah, ini hanyalah rerleksi bagi kita 
semua, dan ini hanyalah instrospeksi diri buat kita. Tidak 
ada yang saya harapkan kecuali kebaikan dan perbaikan. 
Sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Syu'aib 'alaihis 
salam: "Tidaklah aku berkehendak kecuali untuk perbaikan 
semampuku". 

Mungkin ada kata yang dianggap menyindir, mungkin 
terdapat kata yang dikira memojokkan, mungkin ada 
ungkapan kata yang terkesan menjelekkan. Itu hanya 
disebabkan kelemahan dan kekurangan saya di dalam 
mengungkapkan sebuah nasihat dan tausiyah dengan 



20IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



tutur kata yang sopan dan untaian kalimat yang indah. 
Sekali lagi, tidak ada maksud menjelekkan, menguliti, 
dan atau mencemooh seorang ustadz, Qo'id dan sesepuh 
kampong tertentu. Hanya sebagai Tawashou Bil Haqqi 
saja. 



Ikhwah f illah 



Semoga risalah ini bermaniaat buat kita semua. Terutama 
buat saya sendiri. Dan semoga ini bermaniaat bagi para 
ikhwah, terkhusus yang hidup di dalam sebuah tandzim, 
dan juga bisa bermaniaat bagi para ustadz yang menjadi 
mas'ul dan atau Qo'id di dalam sebuah Tandzim 
tertentu. 

Walau mungkin ini menjadi sesuatu yang pahit yang 
harus ditelan. Kalau memang ternyata ini Pil pahit 
penyehat penyakit yang harus ditelan, maka dengan 
perasaan agak berat kita pun harus menelannya. 



21IKetika Ulama Menjadi Thoghut 



Risalah Dan Nida'at Ke-5 



■ ■/»•!' f»-*Jj , J wJI f»-*j Lp jJI f»-*jj aUi u*^»«j>- 

^l ^ll ibl b VI Sy Vj J> V 



j£ili J4UI cuUJ Ji VI £4^1 
a^iU J^JJl euDb Ji VI j^JJl 
j£i.li J4i3l c-£L' Ji VI J4^l 

A ^^ ~- i ■ „- ^^ o ,^0, -- J" , S .,-- 

4jLS ^jj jJJI «Uj^jj AJp V>LJlj 

Bumi Allah, 3 April 2009 M 



NB. Jika antum ingin perdalam lagi masalah ini 
"ULAMA MENJADI THOGHUT". Antum bisa buka 
dalam risalah yang ditulis oleh Syekh Abu Bashir At 

Tunisy, yang berjudul " oUu? ^ 0l£O" (Da'I ataukah 

Thoghut). 



22IKetika Ulama Menjadi Thoghut